MUSYAWARAH RANTING NU NGELO PERIODE 2023-2028: Kiyai Paniran Terpilih sebagai Rois Syuriah dan Nurhadi Prastyo sebagai Ketua Tanfidziyah

 


nungelo.or.id-Ngelo, 29 Juli 2023 - Pada hari Sabtu, 29 Juli 2023 digelar Musyawarah Ranting Nahdlatul Ulama (NU) Ngelo untuk menentukan kepengurusan periode 2023-2028. Acara ini berlangsung dengan khidmat di Balai Desa Ngelo dan dihadiri oleh para tokoh masyarakat serta anggota NU yang berkomitmen untuk ikut serta dalam menjalankan roda organisasi.

Dalam rapat pleno yang dipimpin oleh Kiyai Badrun dan Kiyai Rusdianto, terjadi proses pemilihan pemimpin baru yang akan memimpin Ranting NU Ngelo selama lima tahun ke depan. Setelah melalui berbagai diskusi dan pertimbangan, Bapak Kiyai Paniran terpilih sebagai Rois Syuriah yang akan memimpin bidang keagamaan.

Selain itu, posisi Ketua Tanfidziyah dipegang oleh Nurhadi Prastyo, yang dipercayakan untuk mengemban tugas dalam bidang pengembangan organisasi dan kaderisasi. Kedua tokoh terpilih tersebut diharapkan dapat membawa semangat baru dan terus menggelorakan nilai-nilai keislaman di kalangan masyarakat Ngelo.

Rapat pleno ini tidak hanya memberikan penekanan pada proses pemilihan, tetapi juga dilaksanakan dengan transparansi dan akuntabilitas yang tinggi. Laporan pertanggungjawaban disampaikan dengan baik dan mendapat persetujuan dari seluruh peserta rapat, mencerminkan kualitas kepemimpinan dan manajemen keuangan yang baik dalam pengelolaan Organisai.

Kiyai Badrun, sebagai pimpinan rapat, menyampaikan apresiasinya terhadap partisipasi aktif para peserta dan menyatakan harapannya agar kepengurusan baru dapat terus menjaga kebersamaan dan memperkuat peran NU sebagai lembaga keagamaan yang berkualitas di Desa Ngelo.

Dengan keputusan akhir yang diambil, diharapkan kepengurusan baru NU Ngelo periode 2023-2028 dapat melanjutkan peran dan misi NU dalam mendorong pembangunan spiritual dan sosial di tengah-tengah masyarakat. Semoga amanah yang diemban dapat menjadi pilar kemajuan dan kesejahteraan bagi warga Ngelo.

rangkaian kegiatan selengkapnya tonton vidio di bawah ini sampai selesai.

Ngaji Rutin Muslimat NU Jipangulu Ranting Ngelo

Ngaji Rutin Muslimat NU Jipangulu Ranting Ngelo

08 April 2022

Kitab Wasiyatul Mustofa

Wahai Sahabat Ali, termasuk kemuliaan seorang mukmin adalah memiliki istri yang patuh pada suami, (senantiasa melaksanakan) sholat berjamaah, dan tetangga-tetangganya mencintainya.

 

يَا عَلِيُّ مِنْ كَرَامَةِ الْمُؤْمِنِ زَوْجَةٌ مُوَافِقَةٌ وَالصَّلَاةُ جَمَاعَةً وَجِيْرَانٌ يُحِبُّوْنَهُ

 

Note*

Dalam Keterangan Yang lain istri yang taat kepada suami juga bisa menjadi penyebabnya dapat masuk surga, lho. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا وَصَامَتْ شَهْرَهَا وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا قِيلَ لَهَا ادْخُلِى الْجَنَّةَ مِنْ أَىِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ

Jika seorang wanita selalu menjaga salat lima waktu, juga berpuasa sebulan (di bulan Ramadan), serta betul-betul menjaga kemaluannya (dari perbuatan zina) dan benar-benar taat pada suaminya, maka dikatakan pada wanita yang memiliki sifat mulia ini, Masuklah dalam surga melalui pintu mana saja yang engkau suka.

 (HR. Ahmad dan Ibnu Hibban)

 

Terkait Sholat jamaah sudah di jabarkan di pertemua selumnya, Sedangkan orang yang di cintai tetangga itu mempunyai tanda mampu menjaga ketenteraman atau kedamaian, tidak hanya sesama muslim, tapi juga orang diluar muslim dari perbuatan lisan dan tangannya,sebagaimana yang di jelaskan Rosululloh sebagai berikut

الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِه

Seorang muslim adalah orang yang muslim lainnya merasa selamat dari gangguan lisan dan tangannya.

(Hadits Shahih, Riwayat  Muslim, Lihat Shahiihul jaamiNo. 6709)

 

Wahai Sahabat Ali, Barang siapa yang berpuasa di Bulan Ramadhan, menjauhi perkara haram dan dusta di dalamnya, maka Tuhan Yang Maha Pengasih ridlo padanya dan mewajibkan baginya surga-surga.

 

 

يَا عَلِيُّ مَنْ صَامَ رَمَضَانَ وَاجْتَنَبَ الْحَرَامَ فِيْهِ وَالْبُهْتَانَ رَضِيَ عَنْهُ الرَّحْمٰنُ وَاَوْجَبَ لَهُ الْجِنَانَ

Wahai Sahabat Ali, barang siapa yang mengikuti Bulan Ramadhan dengan puasa 6 hari di Bulan Syawal, maka Allah mencatat baginya puasa setahun penuh.

 

يَا عَلِيُّ مَنِ اتَّبَعَ رَمَضَانَ بِسِتٍّ مِنْ شَوَّالَ كَتَبَ اللّٰهُ لَهُ صَوْمَ الدَّهْرِ كَلِّهِ

 

Wallohu A’lamiu Bisshowab

 

 

 

Pemateri:

De badruns
(Katib Syuriyah MWCNU Margomulyo)