"Spirit Maulud Nabi dalam Menguatkan Pemberdayaan Wakaf dan Ekonomi Umat."

Ngelo - Kamis, 26 September 2024 — Musholla Baitul Makmur Dusun Tolu, Desa Ngelo, menjadi saksi pelaksanaan kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan yang berlangsung pada Kamis malam, pukul 20.00 hingga 22.30.

Cahaya Maulid Menyinari Jeruk





Ngelo, 15 September 2024 – Dusun Jeruk, desa Ngelo, pagi ini dipenuhi cahaya keimanan yang hangat. Rumah warga, pusat kegiatan MT Muslimat NU setempat, menjadi saksi bisu berkumpulnya para muslimah, tokoh agama, dan masyarakat dalam kajian rutin bulanan.

"Menggugah Semangat Belajar Al-Qur'an di Usia Senja"


Ngelo - Sabtu, 13 September 2024, suasana penuh khidmat menyelimuti kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan yang diselenggarakan oleh MT Muslimat NU Anak Ranting Ngelo.

"Meniti Keihlasan di Bawah Langit Matar: Istiqomah di Tengah Tantangan Zaman"


Senin, 12 Agustus 2024, suasana malam di Dusun Matar, Desa Ngelo, Kecamatan Margomulyo, terasa lebih khidmat dari biasanya. Jamaah Masjid Al-Ikhlas berkumpul dalam rangka menghadiri Pengajian Rutin Malam Selasa Pahing yang berlangsung dari pukul 20.00 hingga 22.00 WIB. Acara yang digagas oleh Jamaah Masjid Al-Ikhlas ini, tidak hanya dihadiri oleh segenap jamaah, tetapi juga dihadiri oleh tokoh agama dan masyarakat setempat, menunjukkan kebersamaan yang erat di antara warga.

Penguatan Iman dan Ketahanan Keluarga dalam Kajian Rutin Jumat Legi Muslimat NU Ranting Ngelo



Pada hari Jumat, tanggal 2 Agustus 2024, Balai Desa Ngelo dipenuhi suasana khusyuk dan semangat keagamaan. Acara Kajian Rutin Jumat Legi yang diselenggarakan oleh Muslimat NU Ranting Ngelo berlangsung dari pukul 13.00 hingga 15.30, dihadiri oleh seluruh anggota dan pengurus Muslimat NU Ranting Ngelo.

Kegiatan yang sudah menjadi tradisi bulanan ini menghadirkan tausiyah dari Bapak Kiyai Badrun, Ketua MWCNU Margomulyo. Dalam ceramahnya, Kiyai Badrun membawakan kajian dari Kitab Wasiyatul Mustofa, mengupas tentang tiga tanda orang yang sholeh. Beliau menjelaskan dengan rinci, "Tiga tanda orang yang sholeh adalah memperbaiki hubungan dengan Allah melalui amal saleh, memperbaiki agamanya dengan amal perbuatan, dan rela kepada orang lain sebagaimana ia rela kepada dirinya sendiri."

Tidak hanya itu, Kiyai Badrun juga menyampaikan pentingnya menjaga keluarga dari bahaya judi online dan peredaran narkoba. Beliau mengingatkan, "Judi online dan narkoba dapat merusak kehidupan rumah tangga. Kita harus waspada dan berusaha mencegah pengaruh buruk ini masuk ke dalam keluarga kita."

Acara ini diakhiri dengan doa bersama, memohon keberkahan dan perlindungan dari Allah SWT. Semua peserta merasa mendapatkan pencerahan dan semakin termotivasi untuk menjalani kehidupan yang lebih baik, sesuai dengan tuntunan agama.

Kajian Rutin Jumat Legi ini menjadi momentum penting bagi Muslimat NU Ranting Ngelo untuk mempererat silaturahmi dan memperdalam pemahaman keagamaan, sekaligus sebagai upaya bersama dalam menjaga keluarga dari pengaruh negatif yang dapat merusak keharmonisan rumah tangga.

Setelah tausiyah dan doa bersama, suasana di Balai Desa Ngelo dipenuhi dengan rasa syukur dan kehangatan. Para anggota dan pengurus Muslimat NU Ranting Ngelo saling berbagi pengalaman dan wawasan seputar materi yang telah disampaikan. Diskusi ringan tentang tiga tanda orang yang sholeh menambah kedalaman pemahaman mereka, membuat setiap individu merenungkan bagaimana memperbaiki hubungan dengan Allah, menguatkan amal perbuatan, dan menumbuhkan rasa rela terhadap sesama.

Ibu Sriani, salah satu anggota senior Muslimat NU Ranting Ngelo, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas acara ini. "Kajian seperti ini sangat bermanfaat. Tausiyah dari Kiyai Badrun membuka mata kami tentang pentingnya menjaga keluarga dari bahaya judi online dan narkoba. Semoga kita semua bisa lebih waspada dan mampu melindungi keluarga kita," ujarnya dengan penuh haru.

Di sudut lain, Ibu Ngatini, pengurus muda, mengajak anggota lainnya untuk menginisiasi program sosialisasi bahaya judi online dan narkoba di lingkungan sekitar. "Kita harus bergerak bersama, bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk masyarakat luas. Edukasi dan sosialisasi ini penting agar lebih banyak orang yang sadar dan terhindar dari bahaya tersebut," serunya penuh semangat.

Kajian Rutin Jumat Legi ini menjadi pengingat bagi semua anggota untuk terus meningkatkan kualitas diri dan keluarga. Dengan berpegang pada ajaran agama dan menghindari hal-hal negatif, diharapkan Muslimat NU Ranting Ngelo dapat menjadi contoh teladan di masyarakat.

Acara ini berakhir pada pukul 15.30, diiringi dengan harapan agar kajian berikutnya dapat kembali memberikan manfaat yang besar bagi seluruh anggota. "Sampai bertemu di kajian selanjutnya," ujar Ibu Suharti, ketua Muslimat NU Ranting Ngelo, sambil tersenyum. "Semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah dan diberikan kekuatan untuk menjalankan ajaran-Nya dengan baik."

Demikianlah, Kajian Rutin Jumat Legi menjadi momen penting yang tidak hanya memperdalam pemahaman agama, tetapi juga mempererat ukhuwah Islamiyah di antara para anggota. Dengan semangat kebersamaan dan komitmen untuk menjadi pribadi yang lebih baik, Muslimat NU Ranting Ngelo terus melangkah menuju kehidupan yang lebih berkah dan harmonis.

Ngaji Rutin di Majelis Taklim An-Nur Dusun Jeruk: Pentingnya Belajar Al-Qur'an dan Ancaman Judi Online serta Narkoba


Dusun Jeruk, Ngelo - Ahad, 04 Agustus 2024, menjadi hari yang penuh berkah bagi warga Dusun Jeruk, Desa Ngelo. Kegiatan Ngaji Rutin di Majelis Taklim An-Nur yang diadakan di Musholla An-Nur berlangsung khidmat dan penuh makna. Acara yang dimulai pada pukul 17.30 hingga 21.00 ini dihadiri oleh seluruh jamaah musholla, tokoh masyarakat, serta warga Dusun Jeruk.

Inisiatif mulia ini dipelopori oleh Majelis Taklim An-Nur Dusun Jeruk Ranting Ngelo, dengan tujuan meningkatkan pengetahuan agama serta menumbuhkan kesadaran akan bahaya yang mengancam generasi muda.

Acara ini menghadirkan Bapak Kiyai Paniran, seorang Penyuluh Agama Islam dari KUA Kecamatan Margomulyo yang fokus pada bidang pemberantasan buta huruf Al-Qur'an yang juga merupakan Rois Syuriah NU Ranting Ngelo, sebagai pemateri utama. Dalam ceramahnya, Bapak Kiyai Paniran menyampaikan berbagai hal penting yang sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini.

Beliau menekankan pentingnya dan keutamaan belajar Al-Qur'an. Menurutnya, Al-Qur'an bukan hanya sebagai kitab suci umat Islam, tetapi juga sebagai pedoman hidup yang harus dipelajari dan diamalkan. "Belajar Al-Qur'an adalah fondasi utama untuk membangun karakter yang kuat dan berakhlak mulia. Al-Qur'an memberikan petunjuk dalam setiap aspek kehidupan kita," ujar Bapak Kiyai Paniran.

Selain itu, Bapak Kiyai Paniran juga menyoroti bahaya judi online yang semakin marak di masyarakat. Beliau mengingatkan bahwa judi online bukan hanya merugikan secara finansial, tetapi juga berdampak negatif pada moral dan mental. "Judi online menghancurkan masa depan generasi muda kita. Banyak keluarga yang hancur karena kecanduan judi. Kita harus bersama-sama memerangi ini dengan meningkatkan kesadaran dan pendidikan," tegasnya.

Tidak hanya itu, peredaran narkoba juga menjadi sorotan utama dalam ceramah beliau. Bapak Kiyai Paniran mengingatkan bahwa narkoba adalah ancaman serius yang dapat merusak masa depan bangsa. "Narkoba adalah musuh kita bersama. Kita harus melindungi generasi muda dari jeratan narkoba dengan memberikan pendidikan agama yang kuat dan dukungan moral dari keluarga dan masyarakat," katanya.

Kegiatan ngaji rutin ini diharapkan dapat terus berlanjut dan menjadi wadah yang efektif dalam meningkatkan kualitas spiritual dan moral warga Dusun Jeruk. Para jamaah dan tokoh masyarakat yang hadir sangat mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh Majelis Taklim An-Nur Dusun Jeruk Ranting Ngelo dan Bapak Kiyai Paniran.

Dengan semangat kebersamaan dan komitmen yang kuat, warga Dusun Jeruk bertekad untuk terus belajar dan mengamalkan ajaran Al-Qur'an, serta menjaga generasi muda dari bahaya judi online dan narkoba. Semoga kegiatan positif ini dapat menginspirasi masyarakat lainnya untuk melakukan hal yang sama demi kemajuan bersama.


Ngaji Rutin pada Majelis Taklim Muslimat NU Anak Ranting Jeruk Ranting NU Ngelo: Menggali Keutamaan Al-Qur'an dan Bahaya Judi Online serta Narkoba


Dusun Jeruk, 04 Agustus 2024 – Di bawah langit cerah Ahad pagi ini, sebuah kegiatan penuh berkah dan ilmu terselenggara di Dusun Jeruk. Majelis Taklim Muslimat NU Anak Ranting Jeruk Ranting Ngelo sukses mengadakan acara ngaji rutin yang dihadiri oleh seluruh jamaah Muslimat NU, tokoh masyarakat, dan warga sekitar.

Inisiatif mulia ini dimulai dengan semangat tinggi dari para anggota Majelis Taklim Muslimat NU Anak Ranting Jeruk. Mereka tidak hanya bertujuan untuk memperdalam pengetahuan agama, tetapi juga untuk mempererat tali silaturahmi di antara warga Dusun Jeruk. Hadirnya tokoh-tokoh masyarakat menambah nilai kebersamaan dalam kegiatan ini.

Acara ini semakin istimewa dengan kehadiran Bapak Kiyai Paniran, Ro'is Syuriyah Ranting NU Ngelo, sebagai pemateri utama. Dengan kharisma dan kebijaksanaannya, Bapak Paniran menyampaikan berbagai ilmu dan nasihat yang sangat bermanfaat bagi para hadirin.

Dalam pemaparannya, Bapak Kiyai Paniran menekankan pentingnya belajar Al-Qur'an. "Belajar Al-Qur'an bukan hanya tentang membaca, tetapi juga memahami dan mengamalkan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya. Beliau mengingatkan bahwa Al-Qur'an adalah petunjuk hidup yang sempurna dan sumber kebahagiaan sejati bagi umat manusia.

Selain itu, Bapak Paniran juga membahas isu-isu sosial yang tengah marak, yaitu bahaya judi online dan peredaran narkoba. Beliau menjelaskan bahwa judi online bukan hanya merusak ekonomi keluarga, tetapi juga menjerumuskan individu dalam lingkaran dosa dan kehancuran moral. "Judi online adalah salah satu bentuk modern dari perbuatan haram yang dampaknya sangat merusak," tegasnya.

Tak kalah penting, beliau juga menyampaikan tentang ancaman narkoba yang semakin mengkhawatirkan. "Narkoba bukan hanya merusak kesehatan fisik, tetapi juga menghancurkan masa depan generasi muda kita," katanya. Bapak Kiyai Paniran mengajak semua jamaah untuk bersama-sama memerangi peredaran narkoba demi menjaga generasi penerus yang sehat dan berakhlak mulia.

Kegiatan ngaji rutin ini ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Bapak Kiyai Paniran. Harapan besar disampaikan agar ilmu yang diperoleh dapat diamalkan dan membawa keberkahan bagi seluruh jamaah dan warga Dusun Jeruk.

Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan semakin banyak masyarakat yang sadar akan pentingnya ilmu agama dan bahayanya perbuatan-perbuatan tercela seperti judi online dan narkoba. Majelis Taklim Muslimat NU Anak Ranting Jeruk Ranting Ngelo terus berkomitmen untuk menjadi wadah pembelajaran dan penyuluhan agama yang bermanfaat bagi seluruh anggotanya.

"Menelusuri Jejak Sang Waliyulloh: Perjalanan Spiritual Jama'ah Muslimat NU Ranting Ngelo."

(Foto di pintu Masuk makam Mbah Kuwu sangkan Cirebon Girang)


Pada Rabu, 22 Mei - Kamis, 23 Mei 2024, rombongan Jama'ah Muslimat NU ranting Ngelo melaksanakan ziyaroh (kunjungan) ke makam para wali dan tokoh penting dalam sejarah Islam di Jawa. Perjalanan spiritual ini diikuti dengan penuh khidmat dan antusias oleh seluruh anggota.


Rangkaian ziyaroh dimulai dari Makam Kiageng Tarub, seorang ulama besar yang dikenal dengan kesalehannya. Rombongan berdoa dan mengheningkan cipta di makam yang penuh berkah ini. Selanjutnya, mereka melanjutkan perjalanan ke Makam Kiageng Selo, seorang wali yang menyebarkan agama Islam di daerah tersebut.


Perjalanan dilanjutkan ke Makam Sunan Kalijogo, salah satu Walisongo yang terkenal dengan strategi dakwahnya yang unik dan adaptif dengan budaya lokal. Rombongan memanjatkan doa dan mengambil hikmah dari kehidupan sang Wali.


Selanjutnya, rombongan mengunjungi Makam Raden Fatah, pendiri Kesultanan Demak, kerajaan Islam pertama di Jawa. Di tempat ini, mereka merenungkan peran Raden Fatah dalam penyebaran agama Islam di Nusantara.


Perjalanan ziyaroh kemudian dilanjutkan ke Makam Sunan Gunung Jati, salah satu Walisongo yang berjasa dalam menyebarkan Islam di Cirebon dan sekitarnya. Rombongan berziarah dengan penuh khidmat dan mengambil pelajaran dari jejak perjuangan sang Wali.


Selanjutnya, rombongan mengunjungi Makam Syeh Magelung Sakti, seorang ulama yang dikenal dengan karomah dan barakah yang dimilikinya. Di tempat ini, mereka berdoa dan memohon keberkahan.


Perjalanan dilanjutkan ke Makam Pangeran Cakrabuana, yang juga dikenal sebagai Mbah Kuwu Sangkan. Rombongan berziarah dan mengenang jasa beliau dalam mengembangkan Islam di daerah tersebut.

(Syafiq saat rehat di halaman masjid Agung Demak Bintoro & Naik Patung Maung Bodas di pelataran Mbah Kuwu Sangkan)

Rangkaian ziarah diakhiri di Makam Mbah Kuwu Sangkan Cirebon Girang. Di tempat ini, rombongan meninggalkan jejak kenangan dengan berfoto bersama, termasuk saya bersama istri tercinta dan putra kecil kami, Syafiq, yang turut meramaikan perjalanan spiritual ini.


Setelah selesai, rombongan melanjutkan perjalanan pulang dan tiba di rumah menjelang waktu Maghrib, hati penuh dengan ketenangan dan kekuatan spiritual yang didapatkan dari ziarah ke makam para wali dan tokoh penting dalam sejarah Islam di Jawa.


Perjalanan Ziyaroh Waliyulloh yang dilaksanakan oleh Jama'ah Muslimat NU ranting Ngelo pada Rabu, 22 Mei - Kamis, 23 Mei 2024 tersebut tidak hanya menjadi pengalaman spiritual yang bermakna, tetapi juga memiliki beberapa catatan penting yang perlu diulas lebih dalam.


Pertama, pemilihan lokasi-lokasi ziarah yang dikunjungi menunjukkan bahwa rombongan ingin menghormati dan meneladani jejak perjuangan para wali serta tokoh penting dalam sejarah penyebaran Islam di Jawa. Dari Makam Kiageng Tarub, Kiageng Selo, Sunan Kalijogo, Raden Fatah, Sunan Gunung Jati, Syeh Magelung Sakti, hingga Pangeran Cakrabuana (Mbah Kuwu Sangkan), masing-masing memiliki peran dan kontribusi yang sangat besar dalam menyebarkan agama Islam di Nusantara.


Kedua, perjalanan ziarah ini tidak hanya bertujuan untuk berdoa dan meminta berkah kepada Alloh SWT, tetapi juga untuk merenungkan serta mengambil hikmah dari kehidupan para wali dan tokoh tersebut. Rombongan secara khidmat melakukan doa dan mengheningkan cipta, sambil menggali pelajaran berharga yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.


Ketiga, keikutsertaan Syafiq, putra kecil salah satu anggota rombongan, menunjukkan bahwa perjalanan ziarah ini juga menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai keislaman dan mengenalkan tokoh-tokoh penting dalam sejarah Islam kepada generasi penerus. Momen berfoto di Makam Mbah Kuwu Sangkan menjadi kenangan manis yang dapat dibagikan kepada keluarga dan generasi selanjutnya.


Secara keseluruhan, perjalanan ziarah ini tidak hanya menjadi pengalaman spiritual yang berharga, tetapi juga memberikan kesempatan bagi para anggota rombongan untuk memperkuat iman, menghargai sejarah, serta menanamkan nilai-nilai keislaman kepada generasi muda. Momen-momen indah dalam perjalanan ini akan menjadi kenangan yang tetap dikenang oleh seluruh peserta.

Tim Lacak Jejak Pelopor NU Ngelo Sowan (Silaturahim) Mbah Yai Nur Khozin


www.nungelo.or.id||Kasiman, 24 April 2024 - Tim Lacak Jejak Pelopor NU Ngelo melakukan silaturahim yang bersejarah dengan tokoh pelopor Nahdlatul Ulama (NU), Mbah Yai Nur Khozin, di desa Tembeling, Kecamatan Kasiman. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Rabu, 24 April 2024, dengan kedatangan tim ke rumah Mbah Nur pada pukul 17.00.


Kedatangan tim disambut dengan hangat oleh putra beliau yang ramah dan mengantar mereka menuju kediaman Mbah Nur. Dengan penuh kerendahan hati, tim menyampaikan tujuannya, yaitu untuk menjalin silaturahim sekaligus menggali informasi berharga tentang perjuangan Mbah Nur di Dusun Ngelo, Desa Ngelo, dalam menyebarkan ajaran Islam Ala Ahlussunah wal Jama'ah An-Nahdliyah (NU).


Mbah Nur, seorang tokoh yang sangat bersahaja dan memancarkan etika ala santri, dengan senang hati memaparkan awal perjalanan perjuangannya. Dalam ceritanya, ia mengungkapkan banyak halangan dan rintangan yang dihadapinya selama perjuangan tersebut. Ia dengan tulus berbagi pengalaman yang menginspirasi tentang bagaimana ia membangun dan mengembangkan gerakan NU di wilayah tersebut.


Tak terasa waktu berjalan begitu cepat, dan perbincangan berlangsung cukup lama. Tim merasa telah memperoleh informasi yang berharga dari Mbah Nur. Dengan penuh rasa hormat, tim berpamitan untuk pulang, mengingat waktu sudah menunjukkan pukul 21.30.


Sowan tim ke rumah Mbah Yai Nur Khozin ini menjadi sebuah momen bersejarah yang mengungkapkan kegigihan dan dedikasi Mbah Nur dalam perjuangan menyebarkan ajaran Islam Ala Ahlussunah wal Jama'ah An-Najdliyah (NU). Melalui silaturahim ini, tim berhasil memperoleh wawasan mendalam tentang sejarah dan perjuangan NU di Dusun Ngelo, Desa Ngelo. Semoga cerita perjalanan Mbah Nur ini dapat terus menginspirasi dan membawa manfaat bagi generasi muda NU dalam mempertahankan dan mengembangkan ajaran Islam yang damai dan moderat.


Dalam perjalanan pulang, tim merasa terinspirasi dan terkesan oleh cerita perjalanan Mbah Nur. Mereka menyadari betapa pentingnya peran dan kontribusi Mbah Nur dalam memperjuangkan ajaran Islam yang berlandaskan pada Ahlussunah wal Jama'ah An-Nahdliyah (NU). Keikhlasan dan ketekunan beliau dalam mengatasi berbagai rintangan dan hambatan memberikan semangat kepada tim untuk terus melanjutkan upaya pelestarian dan pengembangan ajaran Islam yang moderat.


Tim Lacak Jejak Pelopor NU Ngelo menyadari bahwa perjuangan Mbah Nur tidaklah mudah. Ia telah menghadapi berbagai tantangan, baik dari internal maupun eksternal, namun tetap teguh memegang prinsip dan nilai-nilai NU. Kisah-kisah heroik yang dibagikan oleh beliau memberikan gambaran yang jelas tentang keberanian dan keteguhan hati yang diperlukan untuk mempertahankan keyakinan dan memperjuangkan keadilan serta toleransi di tengah-tengah masyarakat.


Melalui pertemuan tersebut, tim juga menyadari pentingnya menggali sejarah dan mengabadikan perjuangan para tokoh NU seperti Mbah Nur. Dengan mempelajari perjalanan sejarah mereka, generasi muda NU dapat mengambil inspirasi dan pelajaran berharga untuk melanjutkan perjuangan kaum Nahdliyin dalam mempromosikan perdamaian, keadilan sosial, dan toleransi di tengah-tengah masyarakat.


Tim Lacak Jejak Pelopor NU Ngelo berharap bahwa kegiatan silaturahim ini dapat menjadi awal dari upaya lebih lanjut dalam mempelajari dan mengenang perjuangan tokoh-tokoh NU yang telah berjasa dalam menyebarkan ajaran Islam yang moderat di Indonesia. Dengan memahami sejarah dan menghargai perjuangan mereka, kita dapat meneruskan tongkat estafet perjuangan ini agar nilai-nilai kebaikan yang mereka perjuangkan tetap hidup dan menjadi panduan dalam kehidupan sehari-hari.


Dengan demikian, kegiatan silaturahim ini tidak hanya menjadi momen bersejarah bagi tim Lacak Jejak Pelopor NU Ngelo, tetapi juga menjadi pembelajaran berharga bagi kita semua. Semoga semangat dan dedikasi perjuangan Mbah Nur dan para pelopor NU lainnya terus menginspirasi dan membimbing kita dalam mewujudkan masyarakat yang damai, adil, dan harmonis berdasarkan ajaran Islam yang moderat dan inklusif.


Kontributor: Yok
Editor: Tim LJPNU